Template by:
Free Blog Templates

Rabu, 10 Februari 2010

Ojo White Knights






















Seijurou Shin

Murid kelas dua SMU Ojou ini adalah rival dari sena. Shin adalah salah satu tokoh terkuat dalam cerita ini, karena sifatnya yang selalu bekerja keras dan kemampuan alaminya sebagai jenius american football. Kemampuan andalannya adalah Spear Tackle, tusukan 1 lengan yang sangat kuat yang dapat menghentikan semua lawan, dan banyak pemain yang menolak membawa bola lagi karena tackle yang sangat kuat tersebut. Dan yang mengalahkan shin dan spear tackle-nya adalah Sena. Lalu Shin menyatakan bahwa Sena adalah lawan yang tangguh. Hal ini dinyatakan shin pada wawancara sebelum turnamen kanto dimulai. Sebelum pertandingan Deimon vs Ojo di semifinal turnamen kanto, Shin meminta Riku mengajarkannya metode Rodeo Drive. Meskipun pada awalnya Riku menolak, akhirnya ia mengajarkan teknik itu karena ingin melihat Shin dengan kemampuan yang sudah sempurna. Lalu Shin menggabungkan teknik Rodeo Drive dan Spear Tackle-nya sendiri. Dan menjadi teknik baru andalan Shin, Trident Tackle.

Statistik:
1.Rekor Lari 40 yard: 4.4 detik, belakangan menjadi 4.2 detik Menyamai kecepatan Sena
2.Bench Press: 140 kg
3.Posisi: Linebacker, Runningback(dalam formasi ballista)
4.Nomor Pemain: 40
5.Kelas 2 SMA
Haruto Sakuraba

Ia adalah idola dengan ciri khas dan berwajah ganteng, ia bekerja di Jaripro Productions sebagai model. Waktu kecil, Sakuraba sering menonton olahraga setiap waktu dan bermimpi menjadi atlet profesional. Ketika memasuki SMA, ia bergabung dengan Ojo White Knights sebagai Wide Receiver setelah menerima banyak perhatian dari para senior terhadap tinggi badannya. Pelatih Ojo, Shoji Gunpei lebih tertarik kepada Shin. Shin kemudian melampaui Sakuraba, dan menjadi ace tim. Sakuraba sedikit iri dengan kemampuan dan kesuksesan Shin, dan kecewa karena dirinya tidak bisa seperti itu padahal ia mempunyai bakat yaitu tinggi badan. Dia menjadi kurang tertarik pada olahraga. Suatu hari, Miracle Ito dari Jaripro Productions memberitahunya bahwa ia bisa menjadi model yang sukses. Merasa ingin disorot oleh spotlight sekali saja, ia memutuskan untuk menjadi model. Sekarang, dia menyadari bahwa orang-orang salah mengerti;karena kepopulerannya, orang-orang mengira Sakuraba adalah ace tim dan melupakan ace yang sesungguhnya, yaitu Shin. Sebenarnya, kemampuan Sakuraba dalam american football melebihi rata-rata, terutama kemampuan menangkap.

Sakuraba selalu ditekan oleh perasaan melakukan hal yang luar biasa dan benar-benar menjadi ace tim yang hanya menurut asumsi orang-orang. Kecelakaan yang terjadi pada saat pertandingan turnamen musim semi Deimon vs Ojo merubah semua itu: Sena, sebagai Eyeshield 21 dengan tidak sengaja menabrak Sakuraba ketika sedang berlari. Alasan Sakuraba tertabrak, walaupun dia tidak bermain pada saat itu, tetapi dia masuk ke lapangan untuk mengambil stiker jatuh yang diberikan JariPro untuk promosi. Di rumah sakit,setelah bertemu Sena, Monta, dan fans beratnya-Torakichi, yang sangat mengagumi overhead catch Sakuraba pada pertandingan melawan Deimon tahun lalu, akhirnya Sakuraba memutuskan untuk tidak berpikir pesimis dan berusaha mengejar Shin. Sebelum turnamen musim gugur, Sakuraba sempat keluar dari JariPro dan fokus ke american football setelah ia mendengar Takami berbicara bahwa Sakuraba adalah partner yang sangat ditunggunya selama ini, seseorang yang mengerti dan bisa memanfaatkan tinggi badannya. Sebelum upacara pembukaan turnamen musim gugur, Sakuraba memotong cepak rambutnya dan menumbuhkan kumis dan jenggot untuk menunjukkan bahwa ia benar2 serius dalam american football sekarang. Ia selalu membawa wristband dengan nama Torakichi dan teman-temannya tertulis disitu, dan berjanji membawanya ke Christmas Bowl.

Kemampuannya sebagai Wide Receiver berkembang pesat dan sekarang Sakuraba benar-benar bisa dibilang ace Ojo bersama Shin. Dia juga disebutkan Shoji sebagai pemain dengan "kekuatan hati terkuat" di Ojo, dan Sakuraba termasuk dalam big five jepang dalam pertarugan antar receiver (bersama Monta, Ikkyu, Tetsuma dan Taka).Sekarang, Sakuraba bergabung dengan Shin dalam defense untuk menghentikan Monta dari Devil Bats.

Statistik:
1.Rekor Lari 40 yard: 4.86 detik
2.Bench Press: 70 kg
3.Tinggi: 186 cm
4.Posisi: Wide Receiver
5.Nomor Pemain: 18
6.Kelas 2 SMA

Teknik:
Everest Pass : Merupakan teknik kombinasi Sakuraba dan Takami. Tnggi Sakuraba menguntungkan dalam posisi receiver, dan Takami juga tinggi. Takami melempar bola dengan sudut yang sangat tinggi, sampai titik dimana tempat Sakuraba melompat dengan ketinggian yang sama dan menangkapnya. Bola yang dilempar Takami sangat tinggi sehingga lawan tidak berkutik sampai bola itu ditangkap Sakuraba. Teknik ini mempunyai kelemahan sejak Sakuraba masih bergantung pada melihat bola yang datang dan untuk menangkapnya. Mencegah Sakuraba melihat bola adalah salah satu cara mematahkan Everest Pass, namun tidak ada Cornerback yang bisa melakukan hal itu karena lompatan Sakuraba sangat tinggi, tetapi hal ini memungkinkan bagi Monta, karena Monta bisa menangkap bola dari belakang kepalanya tanpa melihat(Devil Backfire). Sakuraba yang ingin meniru Devil Backfire akhirnya digagalkan oleh Monta yang menangkap bola dari belakang hanya dengan 1 tangan(sebelumnya 2 tangan)


Ichiro Takami

Ketika Ichiro Takami bergabung dengan Ojo White Knights, mimpinya adalah menjadi Quarterback dalam tim. Tetapi cedera kaki yang dialaminya waktu kecil membuatnya tidak bisa berlari cepat seperti Otawara. Setelah pelatih memberitahunya mungkin ia tidak bisa menjadi Quarterback karena kekurangan ini, Takami memilih latihan lebih keras dan berlatih memperhitungkan pass kepada pemain lain. Setelah 4 tahun dalam tim, dia masuk tim inti dan menjadi Quarterback Ojo White Knights. Kemampuannya adalah menganalisis dan mengetahui strategi lawan dengan perhitungan yang cepat. Pass dari Takami dilakukan dengan presisi dan akurasi yang tepat, meskipun tidak dalam level yang sama dengan pass Hiruma dan Kid. Baru-baru ini telah terungkap bahwa Takami menunggu seseorang seperti Sakuraba menjadi Wide Receiver, karena mereka berdua sama-sama tinggi dan sama-sama bisa menutupi kelemahan mereka satu sama lain (Takami yang lamban dan Sakuraba dengan perasaan tidak percaya dirinya) berdua, mereka menciptakan "Everest Pass"

Statistik:
1.Rekor Lari 40 yard: 5.7 detik
2.Bench Press: 85 kg
3.Tinggi: 192 cm
4.Posisi: Quarterback
5.Nomor Pemain: 3
6.Kelas 3 SMA
Makoto Ootawara

Lineman dengan badan yang besar di White Knights, dengan muka yg besar, otot dan ego. Otawara adalah orang yang sangat idiot (anehnya, ia tahu dan mengakui bahwa ia bodoh), yang selalu mengatakan apa yang ada di pikirannya. Otawara juga selalu tidak menyadari kalau dia lupa memakai celana, bahkan ketika Takami memberitahunya tentang hal itu, ia sama sekali tidak merasa malu. Diluar American Football, Otawara adalah juara sumo lokal, tetapi dikalahkan Komusubi karena ia didiskualifikasi karena lupa memakai mawashi(celana khusus sumo).

Biar begitu, Otawara adalah kapten Ojo di bagian defense dan memimpin tim dalam huddle. Kekuatan dan keputusan yang sederhana dan cepat dalam mengambil keputusan menjadi hal yang sempurna untuk menjadi line, dalam offense dan defense. Saat Otawara dipenuhi semangat, ia dapat merobohkan 2 lineman pemula sekaligus. Kemampuan Otawara bukan hanya kekuatan, dalam kecepatan ia luar biasa, karena meski berbadan besar, ia bisa lari dengan kecepatan rata-rata backs Deimon.

Statistik:
1.Rekor Lari 40 yard: 5.4 detik, waktu turnamen kanto ia mencapai kecepatan rata-rata back Deimon
2.Bench Press:145 kg
3.Posisi: Center / Defensive Tackle
4.Nomor Pemain: 60
5.Kelas 3 SMA
Daigo Ikari

Terkenal sebagai berandalan yang sangat kuat, "Prison Chain Ikari". Berambut silver dan salah satu anggota di White Knights. Selalu di ikat rantai karena kelakuannya yang brutal. Dia juga sama sekali tidak menghormati "Golden Generation" yang disebut-sebut generasi terkuat dalam sejarah SMA Ojo. Selalu didiskualifikasi sebelum pertandingan dimulai karena menyerang orang yang menghina salah satu rekannya. Walaupun begitu, dia punya rasa hormat terhadap Shoji, pelatih White Knights. Akhirnya Ikari diizinkan untuk bermain di pertandingan semifinal Kanto, melawan Devil Bats. Ikari langsung meloloskan dirinya dengan cara menghancurkan ikatan rantai itu (tanpa bantuan atau kunci sama sekali) demi bermain di pertandingan itu.

Pada saat kickoff play dimulai, pada saat Sena dan Shin berhadapan, tanpa alasan yang jelas Ikari langsung memotong Trident Tackle Shin dan menghentikan Sena. Pada saat play sudah berhenti karena Sena keluar sideline, Ikari masih melaju untuk men-tackle Sena dengan seluruh kekuatan. Juumonji langsung menghalangi dan memblock Ikari. Jika tidak ada Juumonji saat itu, Sena mungkin tinggal sejarah.

Kekuatan Ikari saat menyerang block Juumonji mengingatkan Juumonji. Ia mengetahui Ikari sebelumnya, dengan julukan "Prison Chain Ikari". Di masa SMP, Ikari adalah seorang berandalan yang brutal dan penyendiri, tidak ada yang berani mendekatinya. Ikari bersumpah tidak akan memicu pertarungan lagi di SMA, yang belakangan adalah bohong. Ikari mencatat rekor diskors paling banyak di SMA Ojo-sejak ia mendengar Golden Generation lulus dan memasuki Universitas Ojo Silver Knights dan Ojo White Knights menjadi tim yang lemah, Ikari memutuskan bergabung dengan White Knights.

Dalam pertandingan Deimon vs Ojo di semifinal Kanto, ia selalu berhadapan dengan Juumonji, yang sama-sama mempunyai fighting style yang brutal, dan keduanya menjadi rival, dan Juumonji memenangkan pertarungan mati-matian antar Line tersebut pada saat terakhir. Statistik:
1.Rekor Lari 40 yard: tidak diketahui
2.Bench Press:120 kg
3.Posisi: Defensive Tackle
4.Nomor Pemain: 66
5.Kelas 3 SMA
[sunting]
Anggota Ojo White Knights yang Lain
Hikaru Itadaki
Posisi: Tight End
Nomor Pemain: 16
Shun Kankazi
Posisi: Wide Receiver
Nomor Pemain : 83
Keisuke Nekoyama
Posisi : Running Back
Nomor Pemain : 32
Shoichi Mayumura
Posisi : Running Back
Nomor Pemain : 38
Reiji Kagamido
Posisi : Offensive Lineman
Nomor Pemain: 52
Atsuo Iwabana
Posisi : Offensive Lineman
Nomor Pemain : 62
Yoshinori Agota
Posisi : Offensive Lineman
Nomor Pemain : 78
Eiji Suzuki
Posisi : Offensive Lineman
Nomor Pemain : 57
Kyohei Yakumaru
Posisi : Linebacker
Nomor Pemain : 35
Takaya Gushiken
Posisi : Linebacker
Nomor Pemain : 51
Rintaro Tsuyashima
Posisi : Cornerback
Nomor Pemain : 22
Bench Press : 75 kg
Hiroyuki Iguchi
Posisi : Cornerback
Nomor Pemain : 25
Tadashi Tsurime
Posisi : Safety
Nomor Pemain : 15
Sota Nakawaki
Posisi: Safety
Nomor Pemain : 33
Bench Press : 90 kg
Naoki Uemura
Posisi : Defensive Lineman
Nomor Pemain : 92
Yorihiro Watanabe
Posisi : Defensive Lineman
Nomor Pemain : 70

0 komentar: